ANTARA SUMPAH POCONG DENGAN SUMPAH MAHASISWA

Kami mahasiswa//I Indonesia besumpah bertanah air satu tanah air yang merdeka

Kami mahasiswa/I Indonesia bersumpah berbahasa satu bahasa keadilan

Kami mahasiswa/I Indonesia bersumpah berbangsa satu bangsa tanpa penindasan

 

Kata-kata ini masih tergiang ditelinga kita masing-masing walaupun sudah bukan lagi menjadi mahasiswa namun setiap orang yang sudah pernah mendapatkan pendidikan di Perguruan Tinggi pasti sudah mendengarnya bahakan mungkin ada segelintir orang yang masih menyimpan kata-kata itu dalam benaknya.

 

kita mengetahui bahwa sumpah berarti bai’ah dan janji yang harus ditepati atau utang yang harus dibayar dengan lunas, di dalam Islam dikenal bahwa melaksanakan sumpah adalah kewajiban yang harus dilaksanakan jika ditinggalkan akan mendapatkan mudharat atau lebh sederhananya dosa.

Dewasa ini banyak mahasiswa yang ada di sekitar kita menganggap s umpah Mahasiswa adalah hal yang biasa ironis mereka hanya mengganggap bahwa itu hanyalah sebuah symbol bagi seorang yang sudah mejadi mahasiswa, mereka tidak peduli tentang bagaimana mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, padahal apabila mereka sadar tentang sumpah yang telah ia ucapkan bisa jadi mereka akan takut untuk menjadi mahasiswa.

 

Disamping itu juga banyak diantara mahasiswa itu yang katanya adalah sebagai agent of change dan moral porce yang lebih takut pada sumpah POCONG, kenapa tidak , bila  seseorang melaksanakan sumpah pocong maka apa bila melanggar akan terhadi hal yang sangat mengerikan, yang mungkin terjadi diluar dugaan kita. Mereka tidak sadar bahwa setiap sumpah itu sama  saja tidak ada bedanya, sumpah Pocongkah ia, sumpah  mahasiswa atau sumpah pemuda dan juga  sumpah-sumpah yang lainnya bila sudah dilakukan maka kemungkinan itu akan terjadi, sebagai buktinya bahawa kita berseru memilki tanah air yang merdeka, bahasa keadilan dan bangsa tanpa penindasan, buktinya sampai sekarang kita masih terjajah dibumi sendiri bahakan penjajahan itu orang-orang minoritas  yang memilik kualitas tinggi sebagai penipu, sehingga kaum mayoritas yang bodoh akan tertindas. Keadilan jauh dari pandangan mata kita, penindasan terjadi  dimana mana, sadar tidak sadar kita adalah orang-orang yang terjajah dan hidup dibawah telapak para penindas yang melakukan penyelewengan kekuasaan yang telah dberikan oleh rakyat. Korupsi, dan lain  sebagainya, bahkan pendidikan yang kita dapatkan juga tidak luput dari hal tersebut.

 

kita tau bahwa kita belum menjadi mahasiswa yang merdeka

Kita tau bahwa keadilan itu masih jauh dari harapan

Kita tau bahwa penindasan itu terjadi dimana-mana

 

Tapi kita hanya diam tampa berbuat apa-apa, padahal bila mahasiswa menjalankan Tridarma Pergruan Tinggi sama dengan menjalankan sumpah mahasiswa, dharma pendidikan, dharma penelitian dan dharma pengabdian kepada masyarakat, tapi terkadang Tri Dharma Perguruan Tinggi juga hanya ucapan belaka yan dihapal dan tampa ada aplikasi sedikitpun.

 

Sekarang marilah kita renungkan bersama

Manakah yang lebih kita takutkan sumpah mahasiswa atau sumpah pocong

Benarkah kita sudah menjalankan Sumpah Mahasiswa seperti yang telah kita ucapkan

Sudahkah kita menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Benarkah saya seorang mahasiswa

Apa yang telah kita berikan kepada negeri ini, bangsa ini, daerah ini, kampus ini, orang tua, dan diri kita sendiri….

Kalau itu sudah semuanya  terjawab, baru bisa menyatakan diri sebagai mahasiswa.

 

Writen By:

Syahruddin Zen

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s